MAKALAH
STRATEGI
BELAJAR MENGAJAR SEJARAH
Tentang
MEDIA PEMBELAJARAN SEJARAH
Oleh:
Mela Anggraini :
412.177
Wiwit Pramawati : 412.301
JURUSAN
TADRIS
IPS KONSENTRASI SEJARAH
FAKULTAS
TARBIYAH DAN KEGURUAN
INSTITUT
AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)
IMAM
BONJOL PADANG
1437
H/ 2016 M
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Media pembelajaran diartikan sebagai
segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan atau isi pelajaran,
merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemampuan siswa, sehingga dapat
mendorong proses belajar mengajar. Pada tahun 50-an media disebut sebagai alat
bantu audio visual karen apada masa itu media semata-mata untuk membantu guru
dalam mengajar. Hingga kemudian namanya semakin populer sebagai media
pengajaran atau media belajar.
Berbagai media pembelajaran dapat
digunakan untuk meningkatkan penalaman belajar kearah yang lebih konkret.
Pengajaran dengan menggunakan media tidak hanya menggunakan kata-kata, sehingga
diharapakan hasil pengalaman belajar dapat diperoleh lebih baik. Seiring dengan
hal itu dalam memahami pelajaran sejarah pun harus dibutuhkan media yang tepat
agar agar materi dapat tersampaikan serta dapat meringankan tugas guru dalam
memberikan pemahaman belajar kepada siswa.
B.
Rumusan Masalah
a) Defenisi media pembelajaran
b) Fungsi media pembelajaran
c) Jenis-jenis media pembelajaran
d)
pemilihan
dan penentuan media pembelajaran
e)
media
pembelajaran sejarah
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Definisi Media Pembelajaran
1.
Schramm: “media pembelajaran adalah teknologi pembawa pesan
(informasi) yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran.
2.
Gerlach & Ely: “media pembelajaran memiliki cakupan
yang sangat luas, yaitu termasuk
manusia, materi atau kajian yang membangun suatu kondisi yang membuat peserta didik mampu memperoleh
pengetahuan, keterampilan atau sikap. Media pembelajaran mencakup semua sumber
yang diperlukan untuk melakukan komunikasi dalam pembelajaran, sehingga
bentuknya bisa berupa perangkat keras (hardware),
seperti computer, TV, projector, dan perangkat lunak (software) yang digunakan pada perangkat keras itu.
3.
Menurut Gagne media adalah berbagai jenis komponen dalam
lingkungan siswa yang dapat merangsang untuk belajar.[1]
“Mengemukakan bahwa yang dimaksud dengan media pendidikan
adalah alat, metode, dan teknik yang digunakan dalam rangka lebih
mengefektifkan komunikasi dan interaksi antara guru dan siswa dalam proses
pendidikan dan pembelajaran di sekolah
5.
Arief S. Sadiman, dkk mengemukakan bahwa kata media berasal dari
bahasa Latin yang secara harfiah berarti perantara atau pengantar. Media adalah
perantara atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima pesan.
6.
Latuheru, menyatakan bahwa media pembelajaran adalah bahan,
alat, atau teknik yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar dengan maksud
agar proses interaksi komunikasi edukasi antara guru dan siswa dapat
berlangsung secara tepat guna dan berdaya guna. Berdasarkan definisi tersebut,
media pembelajaran memiliki manfaat yang besar dalam memudahkan siswa
mempelajari materi pelajaran.
Jadi dapat
disimpulkan bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu yang mendukung atau
membantu pengajar (guru) dalam menyampaikan pembelajaran dengan baik dan benar
serta memberikan pemahaman kepada peserta didik terhadap pembelajaran.
B. Fungsi Media
Pembelajaran
1.
Media sebagai sumber belajar
Belajar adalah proses aktif dan konstruktif melalui suatu
pengalaman dalam memperoleh informasi. Dalam proses aktif tersebut, media
pembelajaran berperan sebagai salah satu sumber belajar bagi siswa. Artinya
melalui media peserta didik memperoleh pesan dan informasi sehingga membentuk
pengetahuan baru pada siswa. Dalam batas tertentu, media dapat menggantikan
fungsi guru sebagai sumber informasi/pengetahuan bagi peserta didik. Media
pembelajaran sebagai sumber belajar merupakan suatu komponen system
pembelajaran yang meliputi pesan, orang, bahan, alat, teknik, dan lingkungan,
yang dapat mempengaruhi hasil belajar peserta didik[2].
2.
Fungsi Semanti
Semantik berkaitan dengan “meaning” atau arti dari suatu
kata, istilah, tanda atau symbol.
3.
Fungsi Manipulatif
Fungsi manipulatif adalah kemampuan media dalam menampilkan
kembali suatu benda/peristiwa dengan berbagai cara, sesuai kondisi, situasi,
tujuan dan sasarannya.
4.
Fungsi fiksatif
Fungsi fiksatif adalah fungsi yang berkenaan dengan
kemampuan suatu media untuk menangkap, menyimpan kembali suatu objek atau
kejadian yang sudah lama terjadi.
5.
Fungsi Ditributif
Fungsi distributif media pembelajaran berarti bahwa dalam
sekali penggunaan satu materi, objek atau kejadian, dapat diikuti oleh peserta
didik dalam jumlah besar (tak terbatas) dan dalam jangkauan yang sangat luas
sehingga dapat meningkatkan efesiensi baik waktu maupun biaya.
6.
Fungsi Psikologis
dari segi psikolgis, media pembelajaran memiliki beberapa
fungsi seperti fungsi atensi, fungsi afektif, fungsi kognitif fungsi imajinatif
dan fungsi motivasi.
7.
Menurut Derek Rowntree, media dapat:
a.
Membangkitkan motivasi belajar
b.
Mengulang apa yang telah dipelajari
c.
Menyediakan stimulus belajar
d.
Mengaktifkan respon murid
e.
Memberikan feedback dengan segera
8.
Menurut Edgar Dale, Finn dan Hobar, media dapat:
a.
Memberikan pengalaman konkrit bagi pemikiran yang abstrak
b.
Mempertinggi perhatian murid
c.
Memberikan realitas, mendorong self actifity
d.
Memberikan hasil belajar yang
permanent
e.
Menambah perbendaharaan bahasa
f.
Memberikan pengalaman lain yang
sukar diperoleh dengan cara lain.
9.
Levie & Lentz mengemukakan empat fungsi media pembelajaran,
khususnya media yaitu:
a.
Fungsi afektif
b.
Fungsi kognitif
C. Jenis -Jenis
Media Pembelajaran
1.
Schram, menggolongkan media berdasarkan kompleksnya suara,
yaitu: media kompleks (film, TV, video/VCD) dan media sederhana (slide, audio,
transportasi, teks)[3].
2.
Pengelompokan media berdasarkan unsure pokoknya menurut
Sulaiman adalah :
a.
.Media
audio
b.
Media visual
c.
Media audio-visual
d.
Media cetak
3.
Menurut Bretz , media dibedakan menjadi 8 macam yaitu: media
audio, media cetak, media visual diam, media visua gerak, media audio semi
gerak, media visual semi gerak, media audio visual diam, media audio visual
gerak.
4.
Menurut Anderson, media pembelajaran dibagi menjadi 10 yaitu:
audio, cetak, audio-cetak, proyeksi visual diam, proyeksi audio visual diam,
visual gerak, audio visual gerak, obyek fisik, manusia dan lingkungan dan
komputer.[4]
5.
Menurut Heinich and Molenda terdapat enam jenis dasar dari
media pembelajaran, yaitu:
a.Teks
b. Media audio
c. Media visual
d.
Media proyeksi gerak
e. Benda-benda tiruan/miniature
f. manusia
D.
Pemilihan Dan Penentuan Media Pembelajaran
Ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam pemilihan dan
penentuan media pembelajaran[5]:
a)
Jenis
kemampuan yang akan dicapai, sesuai dengan tujuan pengajaran, yaitu pengajaran
yang menjangkau daerah kognitif,afektif, dan psikomotor.
b)
Kegunaaan
dari berbagai media itu sendiri
Setiap
jenis media mempunyai kegunaan sendiri-sendiri, hal ini harus dijadikan bahan
pertimbangan dalam memilih jenis media yan kan digunakan.
c)
Kemampuan
guru dalam menggunakan suatu jenis media, betapapun tingginya nilai kegunaan
media itu tidak akan memberikan manfaat yang optimum jika guru kurang atau
belum mampu menanganinya dengan baik. Oleh karena itu kesederhanaan pembuatan
dan penggunaan media sering menjadi faktor penentu bagi guru dalam memilih
media.
d)
Keluwesan
atau fleksibelitas dalam penggunaanya, dalam arti seberapa jauh media tersebut
dapat digunakan dengan praktis dalam berbagai situasi dan mudah dipindahkan
dari suatu tempat ketempat lain.
e)
Kesesuainnya
dengan alokasi waktu dan sarana pendukung yang ada
f)
Ketersediaan
media tambahan
g)
Biaya
untuk mendapatkan media
Teknik dalam memilih media pembelajatran adalah[6] :
1.
Ketepatan
denan tujuan pengajaran
Artinya
media pengajaran dipilih atas dasar tujuan-tujuan instruksional yang telah
ditetapkan. Tujuan-tujuan instruksional yang berisikan unsur pemahaman,
aplikasi, analisis, sintesis, lebih memungkinkan digunakan media pengajaran.
2.
Dukungan
terhadap isi bahan pengajaran
Artinya
bahan pelajaran yang berisi fakta, prinsip, konsep dan generalisasi sangat
memerlukan bantuan media agar lebih mudah dipahami.
3.
Kemudahan
memperoleh media
Artinya
media yang diperlukan mudah diperoleh, setidak-tidaknya mudah dibuat oleh guru
pada waktu mengajar.
4.
Keterampilan
guru dalam menggunakannya
Apapun
jenis media yang diperlukan syarat utamanya adalah guru dapat menggunakannya
dalam proses pengajaran.
5.
Tersedianya
waktu untuk menggunakan media sehingga media tersebut dapat bermanfaat bagi
siswa selama pengajaran berlangsung.
6.
Sesuai
dengan taraf berfikir siswa, memilih media untuk pendidikan dan pengajaran
harus sesuai dengan taraf berfikir siswa sehingga makna yang terkandung
didalamnya dapat dipahami oleh siswa.
Menggunakan media dan sumber belajar[7]
a.
Mengenal,
memilih dan menggunakan media
Untuk
itu diperlukan pengalaman belajar
seperti mempelajari berbagai media pendidikan, mempelajari kriteria pemilihan
media pendidikan, berlatih menggunakan media pendidikan, dan merawat perangkat
keras media belajar mengajar.
b.
Membuat
alat-alat bantu pelajaran sederhana
Untuk
itu diperlukan pengalaman belajar seperti belajarnya. Dalam hal ini menenali bahan-bahan yan tersedia
dilingkungan sekolah untuk membuat alat-alat bantu belajar mengajar,
mempelajari perkakas untuk membuat
alat-alat bantu mengajar dan menggunakannya.
c.
Mengunakan
dan mengelola laboratorium dalam rangka proses belajar mengajar
Untuk
itu diperlukan pengalaman belajar seperti mempelajari cara-cara mnggunakan
laboratorium, aturan keamanan serta dilaboratorium berlatih mengatur tata ruang laboratorium, cara merawat dan
menyimpan alat- alat.
d.
Mengembangkan
pemanfaatan laboratorium
Untuk
itu diperlukan pengalaman belajar seperti
mempelajari fungsi laboratorium dalam proses belajar mengajar, kriteria
pemilihan alat, mempelajari rancangan laboratorium dan berlatih menilai
efektivitas kegiatan laboratorium.
e.
Mengunakan
perpustakaan dalam proses belajar mengajar
Untuk
itu diperlukan pengalaman belajar seperti mempelajari fungsi-fungsi pustaka
dalam proses belajar mengajar, mempelajari berbagai sumber kepustakaan,
berlatih menggunakan berbagai sumber kepustakaan, mempelajari kriteria
pemilihan sumber kepustakaan dan
berlatih memilih sumber-sumber kepustakaan.
E.
Media Pembelajaran Sejarah
Aneka ragam media pembelajaran dapat dikelompokan berdasarkan ciri-
ciri tertentu. Berbagai jenis media tersebut pada dasarnya dapat digolongkan
dalam tiga kelompok besar, yaitu[8] :
1.
Media
cetak, bagi kebanyakan orang istilah media cetak , biasanya diartikan sebagai
bahan yang diproduksi melalui percetakan profesional seperti, buku, majalah dan
lain-lain.
Dalam
pembelajaran sejarah media yang digunakan seperti buku- buku sejarah,
majalah-majalah yang berkaitan dengan peristiwa sejarah.
2.
Media
elektronik
Adapun
beragai macam media elektronik sebagai berikut :
a.
Perangkat
slide atau bingkai film
Media
ini lebih banyak berifat visual, banyak ahli menyarankan pengunannya dalam
pengjaran.
b.
Film
strips
Media
ini susunan filmnya bersifat permanen sulit diadakan perubahan sewaktu-waktu
oleh guru jika ingin mengadakan sebuah perubahan
c.
Rekaman
Mediaa
rekaman biasanya audio-tape dapat digunakan untuk menajar berbagai
pelajaran serta besifat luwes dan mudah diadaptasikan penggunaanya sesuai
dengan keperluan.
d.
Video
tape
Dengan
media ini kebutuhan berbagai program pendidikan dipenuhi dengan baik , berbagai
sumbe informasi yang tidak mungkin diberikan melalui media lainnya dapat
disajikan melalui film video.
3.
Realita
Dalam
realita ini ada dua cara yang dapat ditempuh oleh guru, yaitu membawa objeknya
tersebut seperti alat peraga, peta, globe dan lain-lain. Dan juga bisa
mengunjungi langsung tempat- tempat seperti museum, istana kerajaan, benteng,
candi maupun tempat-tempat bersejarah lainnya.[9]
BAB
III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Media
pembelajaran adalah segala sesuatu untuk mendukung atau membantu pengajar
(guru) dalam menyampaikan pembelajaran denan baik dan benar serta memberikan
pemahaman kepada peserta didik terhadap pembelajaran. Dalam menentukan dan
memilih media ada beberapa faktor yang harus diperhatikan yaitu jenis kemampuan
yang akan dicapai, kegunaan dari berbagai jenis media itu sendiri, kemampuan
guru dalam menggunakan suatu jenis media , kluwesan atau fleksibilitas dalam
penggunaanya, kesesuaian dengan alokasi waktu dan sarana pendukung yang ada,
ketersediaan media tambahan, biaya untuk mendapatkan media.
B. Kritik dan
Saran
Dari
makalah ini, dapat disarankan agar kita bisa menggunakan media-media guna
memberikan pemahaman kepada peserta didik dalam menerima materi pembelajaran.
Tidak lepas dari semua itu, kami sebagai
penyusun juga mengharapkan saran-saran yang membangun guna hasil yang jauh
lebih baik kedepannya.
DAFTAR PUSTAKA
Abdul, Karim H. Ahmad. 2007, Media Pembelajaran, Badan Penerbit UNM, Makassar.
Ibrahiim,
R. Nana. 2003, Perencanaan Pengajaran.
(akarta : PT Asdimahastya.
Rayandra, Asyhar, 2011, Kreatif
Mengembangkang Pembelajaran, Jakart
: GP. Press.
Refinaldi,
2010. SBM Sejarah, padang: hayfa
Press.
Sarbini,
neneng 2011. Perencanaan pendidikan. Bandung : CV Pustaka Setia.
Sudjana,
Ahmad. 2010Media pengajaran. Bandung: Sinar Baru Algenshindo.
(http://www.guruit07.blogspot.com/2009/01/pengertian-mediapembelajaran.htm). Diakses 20 oktober 2015
[1] Ibrahiim, R.
Nana. Perencanaan Pengajaran. (Jakarta : PT Asdimahastya, 2003), hlm. 35
[2] Abdul Karim H. Ahmad , Media Pembelajaran, ( Makasar : Badan
Penerbit UNM,2007)
[3](http://www.guruit07.blogspot.com/2009/01/pengertian-media-pembelajaran.htm). Diakses 20 oktober 2015
[5] Op.cit, hlm. 27
[6] Op.
Cit, hlm 38
[7] Refinaldi, SBM
Sejarah, ( padang: hayfa Press, 2010), Hlm, 8
[8] Sarbini,
neneng. Perencanaan pendidikan. (Bandung : CV Pustaka Setia, 201), Hlm.
82
[9] Sudjana, Ahmad.
Media pengajaran. ( Bandung: Sinar Baru Algenshindo, 2010), hlm. 56