Selasa, 23 Februari 2016

MAKALAH
STRATEGI BELAJAR MENGAJAR SEJARAH
Tentang
MEDIA PEMBELAJARAN SEJARAH




                                                                          


                            Oleh:
           Mela Anggraini         :  412.177
             Wiwit Pramawati      :  412.301


JURUSAN TADRIS IPS KONSENTRASI SEJARAH
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)
IMAM BONJOL PADANG
1437 H/ 2016 M



BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Media pembelajaran diartikan sebagai segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan atau isi pelajaran, merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemampuan siswa, sehingga dapat mendorong proses belajar mengajar. Pada tahun 50-an media disebut sebagai alat bantu audio visual karen apada masa itu media semata-mata untuk membantu guru dalam mengajar. Hingga kemudian namanya semakin populer sebagai media pengajaran atau media belajar.
Berbagai media pembelajaran dapat digunakan untuk meningkatkan penalaman belajar kearah yang lebih konkret. Pengajaran dengan menggunakan media tidak hanya menggunakan kata-kata, sehingga diharapakan hasil pengalaman belajar dapat diperoleh lebih baik. Seiring dengan hal itu dalam memahami pelajaran sejarah pun harus dibutuhkan media yang tepat agar agar materi dapat tersampaikan serta dapat meringankan tugas guru dalam memberikan pemahaman belajar kepada siswa.

B.     Rumusan Masalah
a)      Defenisi media pembelajaran
b)      Fungsi media pembelajaran
c)      Jenis-jenis media pembelajaran
d)     pemilihan dan penentuan media pembelajaran
e)      media pembelajaran sejarah






BAB II
PEMBAHASAN

A.    Definisi  Media Pembelajaran
1.      Schramm: “media pembelajaran adalah teknologi pembawa pesan (informasi) yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran.
2.      Gerlach & Ely: “media pembelajaran memiliki cakupan yang  sangat luas, yaitu termasuk manusia, materi atau kajian yang membangun suatu kondisi  yang membuat peserta didik mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan atau sikap. Media pembelajaran mencakup semua sumber yang diperlukan untuk melakukan komunikasi dalam pembelajaran, sehingga bentuknya bisa berupa perangkat keras (hardware), seperti computer, TV, projector, dan perangkat lunak (software) yang digunakan pada perangkat keras itu.
3.      Menurut Gagne media adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsang untuk belajar.[1]
4.       Oemar Hamalik :
“Mengemukakan bahwa yang dimaksud dengan media pendidikan adalah alat, metode, dan teknik yang digunakan dalam rangka lebih mengefektifkan komunikasi dan interaksi antara guru dan siswa dalam proses pendidikan dan pembelajaran di sekolah
5.       Arief S. Sadiman, dkk  mengemukakan bahwa kata media berasal dari bahasa Latin yang secara harfiah berarti perantara atau pengantar. Media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima pesan.
6.        Latuheru, menyatakan bahwa media pembelajaran adalah bahan, alat, atau teknik yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar dengan maksud agar proses interaksi komunikasi edukasi antara guru dan siswa dapat berlangsung secara tepat guna dan berdaya guna. Berdasarkan definisi tersebut, media pembelajaran memiliki manfaat yang besar dalam memudahkan siswa mempelajari materi pelajaran.
Jadi dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu yang mendukung atau membantu pengajar (guru) dalam menyampaikan pembelajaran dengan baik dan benar serta memberikan pemahaman kepada peserta didik terhadap pembelajaran.

B.     Fungsi  Media Pembelajaran 
1.      Media sebagai sumber belajar
Belajar adalah proses aktif dan konstruktif melalui suatu pengalaman dalam memperoleh informasi. Dalam proses aktif tersebut, media pembelajaran berperan sebagai salah satu sumber belajar bagi siswa. Artinya melalui media peserta didik memperoleh pesan dan informasi sehingga membentuk pengetahuan baru pada siswa. Dalam batas tertentu, media dapat menggantikan fungsi guru sebagai sumber informasi/pengetahuan bagi peserta didik. Media pembelajaran sebagai sumber belajar merupakan suatu komponen system pembelajaran yang meliputi pesan, orang, bahan, alat, teknik, dan lingkungan, yang dapat mempengaruhi hasil belajar peserta didik[2].
2.      Fungsi Semanti
Semantik berkaitan dengan “meaning” atau arti dari suatu kata, istilah, tanda atau symbol.
3.      Fungsi Manipulatif
Fungsi manipulatif adalah kemampuan media dalam menampilkan kembali suatu benda/peristiwa dengan berbagai cara, sesuai kondisi, situasi, tujuan dan sasarannya.
4.      Fungsi fiksatif
Fungsi fiksatif adalah fungsi yang berkenaan dengan kemampuan suatu media untuk menangkap, menyimpan kembali suatu objek atau kejadian yang sudah lama terjadi.
5.      Fungsi Ditributif
Fungsi distributif media pembelajaran berarti bahwa dalam sekali penggunaan satu materi, objek atau kejadian, dapat diikuti oleh peserta didik dalam jumlah besar (tak terbatas) dan dalam jangkauan yang sangat luas sehingga dapat meningkatkan efesiensi baik waktu maupun biaya.
6.       Fungsi Psikologis
dari segi psikolgis, media pembelajaran memiliki beberapa fungsi seperti fungsi atensi, fungsi afektif, fungsi kognitif fungsi imajinatif dan fungsi motivasi.
7.      Menurut Derek Rowntree, media dapat:
a.       Membangkitkan motivasi belajar
b.      Mengulang apa yang telah dipelajari
c.       Menyediakan stimulus belajar
d.      Mengaktifkan respon murid
e.       Memberikan feedback dengan segera
8.      Menurut Edgar Dale, Finn dan Hobar, media dapat:
a.       Memberikan pengalaman konkrit bagi pemikiran yang abstrak
b.      Mempertinggi perhatian murid
c.        Memberikan realitas, mendorong self actifity
d.       Memberikan hasil belajar yang permanent
e.        Menambah perbendaharaan bahasa
f.        Memberikan pengalaman lain yang sukar diperoleh dengan cara lain.
9.      Levie & Lentz  mengemukakan empat fungsi media pembelajaran, khususnya media yaitu:
a.       Fungsi afektif
b.       Fungsi kognitif

C.    Jenis -Jenis Media Pembelajaran   
1.      Schram, menggolongkan media berdasarkan kompleksnya suara, yaitu: media kompleks (film, TV, video/VCD) dan media sederhana (slide, audio, transportasi, teks)[3].
2.      Pengelompokan media berdasarkan unsure pokoknya menurut Sulaiman adalah :
a.       .Media audio
b.      Media visual
c.       Media audio-visual
d.      Media cetak
3.      Menurut Bretz , media dibedakan menjadi 8 macam yaitu: media audio, media cetak, media visual diam, media visua gerak, media audio semi gerak, media visual semi gerak, media audio visual diam, media audio visual gerak.
4.      Menurut Anderson,  media pembelajaran dibagi menjadi 10 yaitu: audio, cetak, audio-cetak, proyeksi visual diam, proyeksi audio visual diam, visual gerak, audio visual gerak, obyek fisik, manusia dan lingkungan dan komputer.[4]
5.      Menurut Heinich and Molenda terdapat enam jenis dasar dari media pembelajaran, yaitu:
a.Teks
b. Media audio
c.  Media visual
d.   Media proyeksi gerak
e. Benda-benda tiruan/miniature
f. manusia
    
D.    Pemilihan Dan Penentuan Media Pembelajaran
Ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam pemilihan dan penentuan media pembelajaran[5]:
a)      Jenis kemampuan yang akan dicapai, sesuai dengan tujuan pengajaran, yaitu pengajaran yang menjangkau daerah kognitif,afektif, dan psikomotor.

b)      Kegunaaan dari berbagai media itu sendiri
Setiap jenis media mempunyai kegunaan sendiri-sendiri, hal ini harus dijadikan bahan pertimbangan dalam memilih jenis media yan kan digunakan.
c)      Kemampuan guru dalam menggunakan suatu jenis media, betapapun tingginya nilai kegunaan media itu tidak akan memberikan manfaat yang optimum jika guru kurang atau belum mampu menanganinya dengan baik. Oleh karena itu kesederhanaan pembuatan dan penggunaan media sering menjadi faktor penentu bagi guru dalam memilih media.
d)     Keluwesan atau fleksibelitas dalam penggunaanya, dalam arti seberapa jauh media tersebut dapat digunakan dengan praktis dalam berbagai situasi dan mudah dipindahkan dari suatu tempat ketempat  lain.
e)      Kesesuainnya dengan alokasi waktu dan sarana pendukung yang ada
f)       Ketersediaan media tambahan
g)      Biaya untuk mendapatkan media
Teknik dalam memilih media pembelajatran adalah[6] :
1.      Ketepatan denan tujuan pengajaran
Artinya media pengajaran dipilih atas dasar tujuan-tujuan instruksional yang telah ditetapkan. Tujuan-tujuan instruksional yang berisikan unsur pemahaman, aplikasi, analisis, sintesis, lebih memungkinkan digunakan media pengajaran.
2.      Dukungan terhadap isi bahan pengajaran
Artinya bahan pelajaran yang berisi fakta, prinsip, konsep dan generalisasi sangat memerlukan bantuan media agar lebih mudah dipahami.


3.      Kemudahan memperoleh media
Artinya media yang diperlukan mudah diperoleh, setidak-tidaknya mudah dibuat oleh guru pada waktu mengajar.
4.      Keterampilan guru dalam menggunakannya
Apapun jenis media yang diperlukan syarat utamanya adalah guru dapat menggunakannya dalam proses pengajaran.
5.      Tersedianya waktu untuk menggunakan media sehingga media tersebut dapat bermanfaat bagi siswa selama pengajaran berlangsung.
6.      Sesuai dengan taraf berfikir siswa, memilih media untuk pendidikan dan pengajaran harus sesuai dengan taraf berfikir siswa sehingga makna yang terkandung didalamnya dapat dipahami oleh siswa.  
Menggunakan media dan sumber belajar[7]
a.       Mengenal, memilih dan menggunakan media
Untuk itu  diperlukan pengalaman belajar seperti mempelajari berbagai media pendidikan, mempelajari kriteria pemilihan media pendidikan, berlatih menggunakan media pendidikan, dan merawat perangkat keras media belajar mengajar.
b.      Membuat alat-alat bantu pelajaran sederhana
Untuk itu diperlukan pengalaman belajar seperti belajarnya. Dalam hal ini  menenali bahan-bahan yan tersedia dilingkungan sekolah untuk membuat alat-alat bantu belajar mengajar, mempelajari perkakas untuk  membuat alat-alat bantu mengajar dan menggunakannya.
c.       Mengunakan dan mengelola laboratorium dalam rangka proses belajar mengajar
Untuk itu diperlukan pengalaman belajar seperti mempelajari cara-cara mnggunakan laboratorium, aturan keamanan serta dilaboratorium berlatih mengatur  tata ruang laboratorium, cara merawat dan menyimpan alat- alat.


d.      Mengembangkan pemanfaatan laboratorium
Untuk itu diperlukan pengalaman belajar seperti  mempelajari fungsi laboratorium dalam proses belajar mengajar, kriteria pemilihan alat, mempelajari rancangan laboratorium dan berlatih menilai efektivitas kegiatan laboratorium.
e.       Mengunakan perpustakaan dalam proses belajar mengajar
Untuk itu diperlukan pengalaman belajar seperti mempelajari fungsi-fungsi pustaka dalam proses belajar mengajar, mempelajari berbagai sumber kepustakaan, berlatih menggunakan berbagai sumber kepustakaan, mempelajari kriteria pemilihan sumber  kepustakaan dan berlatih memilih sumber-sumber kepustakaan.

E.     Media Pembelajaran Sejarah
Aneka ragam media pembelajaran dapat dikelompokan berdasarkan ciri- ciri tertentu. Berbagai jenis media tersebut pada dasarnya dapat digolongkan dalam tiga kelompok besar, yaitu[8] :
1.      Media cetak, bagi kebanyakan orang istilah media cetak , biasanya diartikan sebagai bahan yang diproduksi melalui percetakan profesional seperti, buku, majalah dan lain-lain.
Dalam pembelajaran sejarah media yang digunakan seperti buku- buku sejarah, majalah-majalah yang berkaitan dengan peristiwa sejarah.
2.      Media elektronik
Adapun beragai macam media elektronik sebagai berikut :
a.       Perangkat slide atau bingkai film
Media ini lebih banyak berifat visual, banyak ahli menyarankan pengunannya dalam pengjaran.
b.      Film strips
Media ini susunan filmnya bersifat permanen sulit diadakan perubahan sewaktu-waktu oleh guru jika ingin mengadakan sebuah perubahan

c.       Rekaman
Mediaa rekaman biasanya audio-tape dapat digunakan untuk menajar berbagai pelajaran  serta besifat luwes  dan mudah diadaptasikan penggunaanya sesuai dengan keperluan.
d.      Video tape
Dengan media ini kebutuhan berbagai program pendidikan dipenuhi dengan baik , berbagai sumbe informasi yang tidak mungkin diberikan melalui media lainnya dapat disajikan melalui film video.
3.      Realita
Dalam realita ini ada dua cara yang dapat ditempuh oleh guru, yaitu membawa objeknya tersebut seperti alat peraga, peta, globe dan lain-lain. Dan juga bisa mengunjungi langsung tempat- tempat seperti museum, istana kerajaan, benteng, candi maupun tempat-tempat bersejarah lainnya.[9]















BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
      Media pembelajaran adalah segala sesuatu untuk mendukung atau membantu pengajar (guru) dalam menyampaikan pembelajaran denan baik dan benar serta memberikan pemahaman kepada peserta didik terhadap pembelajaran. Dalam menentukan dan memilih media ada beberapa faktor yang harus diperhatikan yaitu jenis kemampuan yang akan dicapai, kegunaan dari berbagai jenis media itu sendiri, kemampuan guru dalam menggunakan suatu jenis media , kluwesan atau fleksibilitas dalam penggunaanya, kesesuaian dengan alokasi waktu dan sarana pendukung yang ada, ketersediaan media tambahan, biaya untuk mendapatkan media.


B.     Kritik dan Saran
      Dari makalah ini, dapat disarankan agar kita bisa menggunakan media-media guna memberikan pemahaman kepada peserta didik dalam menerima materi pembelajaran. Tidak lepas dari semua itu, kami  sebagai penyusun juga mengharapkan saran-saran yang membangun guna hasil yang jauh lebih baik kedepannya.












DAFTAR PUSTAKA

Abdul, Karim H. Ahmad. 2007, Media Pembelajaran, Badan Penerbit UNM, Makassar.
Ibrahiim, R. Nana. 2003,  Perencanaan Pengajaran. (akarta : PT Asdimahastya.
Rayandra, Asyhar, 2011, Kreatif Mengembangkang Pembelajaran,  Jakart : GP. Press.
Refinaldi, 2010.  SBM Sejarah, padang: hayfa Press.
Sarbini, neneng 2011. Perencanaan pendidikan. Bandung : CV Pustaka Setia.
Sudjana, Ahmad. 2010Media pengajaran. Bandung: Sinar Baru Algenshindo.


[1] Ibrahiim, R. Nana. Perencanaan Pengajaran. (Jakarta : PT Asdimahastya, 2003), hlm. 35
[2] Abdul Karim H. Ahmad , Media Pembelajaran, ( Makasar : Badan Penerbit UNM,2007)
[4]    Rayandra Asyhar,  Kreatif Mengembangkan Media  Pembelajaran, ( Jakarta: GP Press,2011)
[5]    Op.cit, hlm. 27
[6] Op. Cit, hlm 38
[7] Refinaldi, SBM Sejarah, ( padang: hayfa Press, 2010), Hlm, 8
[8] Sarbini, neneng. Perencanaan pendidikan. (Bandung : CV Pustaka Setia, 201), Hlm. 82
[9] Sudjana, Ahmad. Media pengajaran. ( Bandung: Sinar Baru Algenshindo, 2010), hlm. 56